5 Pantai yang Paling Aman untuk Berenang di Gunungkidul

Pantai Selatan dikenal dengan ombak yang begitu mengerikan karena langsung berhadapan dengan samudera. Tak hanya itu, karang-karang yang tak rata pun juga menjadi salah satu alasan mengapa pantai selatan, termasuk pantai yang ada di Gunungkidul menjadi begitu mematikan.

Namun saat mengunjungi sebuah pantai, tidak lengkap rasanya ketika belum berenang atau sekedar bermain air. Dari sekian banyak pantai yang ada di Gunungkidul, Yogyakarta, berikut 5 pantai paling aman untuk berenang dan bermain air.

Beberapa pantai di bawah ini dapat dijangkau dengan mudah, beberapa lagi memaksa anda untuk melakukan trekking selama beberapa menit atau bahkan jam sebelum bisa sampai pada bibir pantai yang dimaksud. Jika anda kurang menikmati kegiatan trekking dan ingin cepat sampai dan menikmati keindahan pantai, sebaiknya lewati 2 list pertama dan mulai pada list ke-3.

Sebaliknya, jika anda sangat menikmati perjalanan yang menantang dan pemandangan memukai dari sebuah kelelahan, list nomor 1 dan 2 mungkin akan sangat menarik bagi anda.

1. Pantai Greweng

Dari tempat parkir ke bibir pantai, anda harus berjalan selama kurang lebih 2 kilo meter. Meskipun cukup jauh, namun dalam perjalanannya anda akan disuguhkan dengan pemandangan tebing karang yang memukau, melewati bibir goa bawah tanah, juga hutan mini di sepanjang aliran sungai. Bibir pantai pada pantai yang satu ini relatif pendek, namun cukup lebar, sehingga ketika sedang pasang anda anda tetap bisa bermain air. Setelah puas bermain air dan berenang di Pantai Greweng, anda bisa membilas diri pada aliran sungai air tawar.

2. Pantai Sedahan

Lokasi pantai sedahan berdekatan dengan Pantai Greweng dan pantai Jungwok. Dari area parkiran, anda bisa memilih diantara ketiga pantai ini. Sama seperti Pantai Greweng, anda harus melakukan trecking kurang lebih sejauh 4 kilo meter hingga bisa menikmati keindahan dan bermain air di Pantai Sedahan. Namun keletihan tidak akan begitu terasa karena jalan setapak yang indah, barisan persawahan, tak ketinggalan dengan aktivitas warga lokal yang ramah akan memanjakan mata dan batin anda.

3. Pantai Ngetun

Sama seperti halnya kedua pantai sebelumnya, bibir pantai yang dihimpit oleh dua tebing dan karang yang memecah ombak besar membuat anda bisa bermain air dan berenang sepuasnya di Pantai Ngetung Gunungkidul, Yogyakarta. Jika memiliki cukup waktu, anda juga bisa menikmati hamparan samudra dari ketinggian pada sisi kiri tebing. Tidak ada salahnya untuk mengambil beberapa gambar ketika anda dihadapkan pada pemandangan yang luar biasa.

4. Pantai Nglambor

Tidak hanya basah-basahan yang akan anda dapatkan di Pantai Nglambor, anda juga bisa menikmati indahnya biota laut dengan melakukan snorkeling di sana. Jika anda memutuskan untuk bernang dan menikmati indahnya Pantai Nglambor, anda membutuhkan beberapa jam tambahan karena mungkin anda tak mau beranjak dari sana. Pastikan untuk menggunakan perlengkapan snorkeling yang memadahi karena beberapa trumbu dan karang mungkin dapat menyakiti kaki anda.

5. Pantai Sadranan

Pantai ini dilindungi oleh sebuah tebing besar yang bernama watu lawang, memecah ombak besar sebelum sampai ke bibir pantai dan meninggalkan beberapa ombak kecil sehingga anda akan aman jika berenang di Pantai Sadranan. Saat surut, dasar pantai akan terlihat dan anda bisa berjalan menyusuri karang hingga sampai di watu lawang, tebing besar dengan lubang tengah yang berbentuk seperti pintu.

Ada banyak sekali jajaran pantai yang menghampar. Sebagian telah ramai oleh wisatawan, sebagian lagi bahkan belum tersentuh oleh keramaian. Apakah anda tertarik untuk mengunjungi salah satu pantai di atas?

Inilah 3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Berencana Untuk Berwisata Sendirian

Berwisata memang paling seru jika dilakukan secara beramai-ramai. Selain dapat mengunjungi tempat-tempat menarik, akan ada momen kebersamaan yang akan dikenang dan begitu berharga. Namun kadang kita tak bisa terus bersama. Karena kesibukan yang berbeda-beda, kerap kali anda hanya berakhir di rumah dengan menonton televisi atau sekedar bermain dengan gadget.

Mengapa tidak mencoba untuk berwisata sendiri?

Berwisata sendiri mungkin terdengar aneh. Namun bagi sebagian orang, berwisata sendiri itu menarik dan menantang. Jika tidak ada teman yang bisa anda ajak untuk berwisata, sendirian bukan suatu hal yang memalukan dan bahkan patut untuk anda coba. Namun ada beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika berwisata sendirian. Berikut 3 hal penting yang harus anda perhatikan saat berwisata sendirian.

1. Lakukan Survei dengan Cermat

Saat berwisata sendirian, anda perlu melakukan survei dan mengumpulkan informasi sebanyaknya tentang destinasi wisata yang akan anda kunjungi. Bagaimana cara pergi kesana, ongkos perjalanan, makanan yang bisa anda makan, resiko perjalanan, hingga cara untuk kembali dengan selamat. Menyusun perencanaan dengan sedetail mungkin membantumu untuk berwisata dengan sangat efisien. Tau mana tempat yang harus dituju, makanan yang harus dimakan, acara yang harus dihadiri, tempat untuk meminta pertolongan dan mendapatkan bantuan kapanpun dibutuhkan.

2. Menggunakan Gadget dengan Efisien

Gadget yang kita miliki merupakan peralatan canggih yang dapat membantu kita kapanpun dan dimanapun juga. Mencari informasi, menemukan hal menarik, hingga sekedar mengisi kejenuhan saat terjebak macet ataupun antrian panjang yang menjemukan. Namun ketika anda sedang berwisata sendiri, anda perlu menggunakan gadget seefisien mungkin. Daripada menggunakannya untuk berfoto ataupun melakukan selfie hingga ratusan kali, simpan daya gadget anda untuk kondisi yang tak terduga-duga. Cukup ambil gambar secukupnya, kecuali jika anda membawa lebih dari cukup powerbank atau anda telah memastikan akan sangat mudah mendapatkan daya pada destinasi wisata yang akan anda kunjungi.

3. Upayakan untuk Lebih Merakyat

Menggunakan Google Map atau aplikasi travelling sejenis memang sangat membantu. Namun anda tidak dapat terus menggunakannya sepanjang berwisata. Akan ada saat dimana gadget anda telah kehilangan daya, dan hal tersebut merupakan masalah besar apalagi jika anda serang berwisata sendirian saja. Untuk itu, gunakan berbagai aplikasi sejenis hanya saat benar-benar dibutuhkan. Alih-alih menggunakan aplikasi untuk memenuhi semua kebutuhan anda, terkadang cara konvensional sangat dianjurkan. Jika anda tersesat, jangan ragu untuk menanyakan jalan pada penduduk lokal. Ada banyak informasi menarik yang tidak bisa anda dapatkan dari aplikasi yang ada pada gadget anda. Sepertihalnya jalan pintas tercepat, wisata murah, tempat makan terenak, hingga pelayanan gratis yang mungkin akan anda dapatkan jika anda sedikit mau mengenal mereka.

Bero Beruang Penyuka Rasberi

Setiap musim semi, Bero Beruang selalu mengunjungi rumah bibinya, Bibi Berka. Rumah Bibi Berka terletak di bawah perbukitan. Di sana, pemandangannya sangat indah dan udaranya sangat segar.

Bibi Berka mempunyai kebun rasberi yang luas. Bero pun sangat menyukai rasberi. Rasberi adalah buah favoritnya.

Beruntung, ketika Bero mengunjungi Bibi Berka, tanaman-tanaman rasberi sedang berbuah Iebat. Bero jadi tidak sabar untuk memetiknya.

Pagi-pagi sekali, Bero bersama Bibi Berka ke kebun untuk memanen rasberi.

“Untunglah, ada Bero yang membantu Bibi memanen rasberi,” kata Bibi Berka dengan senang. Bero hanya tersenyum.

“Kita bagi pekerjaan, ya. Bero memanen rasberi di bagian kebun sebelah utara, dan Bibi memanen di sebelah selatan,” ujar Bibi Berka sambil memberikan keranjang buah kepada Bero. Bero mengangguk setuju.

Bibi Berka pun menuju ke kebun sebelah selatan, sedangkan Bero menuju ke kebun sebelah utara. Mata Bero berbinar ketika menemukan rasberi yang sangat banyak. Buahnya berwarna merah menggiurkan.

“Selamat makan, Bero!” teriak Bero.

Bero memetik beberapa rasberi dan memakannya dengan lahap. “Hmm… manis sekali. Enak! Aku suka!” serunya.

Olala, Bero tidak bisa berhenti me­makan rasberi. la lupa bahwa ia harus mengisi keranjangnya dengan rasberi. Semua rasberi yang dipetiknya justru ia makan. Keranjangnya pun kosong.

Rasberi memang enak dan manis. Apalagi memakan rasberi memberi banyak manfaat, seperti menjaga kesehatan mata dan kulit, melancarkan peredaran darah, dan masih banyak lagi manfaatnya. Sayangnya, Bero lupa bahwa memakan terlalu banyak rasberi bisa menimbulkan masalah.

Tiba-tiba Bero mengerang. Perutnya terasa sakit. “Aduh, sakit! Aduh!”

Bibi Berka yang sudah selesai mengisi keranjangnya dengan rasberi, segera berjalan menghampiri Bero. Alangkah terkejutnya Bibi Berka saat melihat Bero kesakitan.

“Kamu kenapa, Bero?” tanya Bibi Berka yang panik.

“Aku terlalu banyak makan rasberi. Perut­ku jadi sakit,” ucap Bero sambil memegangi perutnya yang sakit.

Bibi Berka menghela napas. “Ya sudah, ayo kita pulang. Bibi akan buatkan teh untuk menyembuhkan sakit perutmu.”

Bibi Berka membantu Bero berjalan menuju rumah sembari membawa keranjang berisi rasberi. Bero merasa bersalah karena keranjangnya kosong.

“Bibi, maafkan aku. Bukannya membantu Bibi Berka, aku malah menyusahkan Bibi,” kata Bero yang menyesal.

“Tidak apa-apa. Lain kali, jangan makan apa pun secara berlebihan, walaupun itu buah kesukaanmu. Itu tidak baik,” nasihat Bibi Berka.

Bero mengangguk lemah. Ya, sakit perut Bero ini gara-gara ia makan rasberi ber­lebihan. Bero bertekad tidak mau meIakukan kesalahan itu lagi.

Pesan Moral: Saat kamu makan,jangan makan berlebihan. Makanlah secukupnya saja.

Beli Beruang Bersih-Bersih

Musim gugur telah tiba. Daun-daun ber­guguran dan membuat halaman rumah penduduk Negeri Hewan kotor. Tetapi, mereka selalu menyapu daun-daun itu, sehingga rumah mereka tetap bersih, kecuali rumah Beli Beruang. Beli Beruang memang paling malas bersih-bersih.

Lihat saja! Sekarang rumah Beli Beruang dipenuhi daun-daun. Ternyata di balik daun­-daun itu pun ada banyak ulat bulu. Ulat-ulat bulu itu mulai merambat di dinding rumah Beli Beruang. Beli Beruang yang baru menyadari hal tersebut, jadi panik.

“Aku harus membunuh ulat-ulat itu!” seru Beli Beruang.

“Jangan bunuh kami,” pinta ulat bulu.”Biarkan kami di sini beberapa hari lagi. Kami akan menjadi kepompong dan berubah nenjadi kupu-kupu.”

“Tapi, kalian membuatku geli! Aku tidak suka kalian ada di sini,” ucap Beli.

“Kami tidak akan mengganggumu, Beli. Kami tidak akan masuk ke rumahmu. Kelak, aku akan membalas kebaikanmu,” kata ulat bulu dengan memohon.

Beli Beruang pun merasa kasihan. Akhirnya dia membiarkan ulat-ulat itu memenuhi dinding depan rumahnya. Namun, Beli Beruang tidak mau ada ulat bulu baru lagi di rumahnya. Ia mulai membersihkan  daun-daun yang gugur, agar tidak ada ulat dari balik daun-daun itu lagi.

Wah, ternyata bersih-bersih sangat melelahkan. Beli juga harus hati-hati, karena ditumpukan daun rupanya tidak hanya ada ulat. Ya, ada hewan yang lebih berbahaya yang ditemukan Beli, yaitu ular!

“Untunglah, ular itu tidak berbisa. Kalau itu ular berbisa dan menggigitku, bisa-bisa aku mati.” Beli bergidik membayangkannya. “Aku harus sering bersih-bersih.”

Beli merasa lelah sekaligus senang ketika halaman rumahnya sudah bersih. Namun, olala… daun-daun kembali berguguran. Halaman jadi kotor lagi. Beli Beruang pun harus menyapu halaman lagi.

Hal itu berulang-ulang setiap harinya, membuat Beli Beruang kesal. Ia sontak membuang sapunya.

“Aku lelah! Aku lelah!” teriak Beli Beruang.

“Kami akan membantumu, Beli!” seru sekumpulan kupu-kupu yang tiba-tiba datang.

“Apa kalian ulat-ulat bulu yang sudah berubah menjadi kupu-kupu?” tanya Beli.

“lya, benar, Beli. Kami juga akan membantu membersihkan kepompong kami,” ucap kupu-kupu tersebut.

“Bagaimana kalian membantuku mem­bersihkan semua ini?” tanya Beli Beruang, bingung.

Segerombolan kupu-kupu kuning itu mengepakkan sayap kearah dalam. Rupanya mereka menciptakan angin yang membuat daun-daun kering berkumpul. Bersama-sama, para kupu-kupu itu membantu Beli membersihkan daun-daun kering sampai halaman Beli menjadi bersih.

“Bersih-bersih yang dilakukan bersama-­sama ternyata lebih ringan dan mengasyikkan, ya!” celetuk Beli Beruang.

“Iya. Kami akan selalu membantumu membersihkan halaman rumahmu, Beli. Tenangsaja,” sahut kupu-kupu.

“Kalau begitu, aku akan menanam bunga di halamanku, agar kalian bisa mencari madu dengan mudah dan bisa bermain di sekitar rumahku,” ucap Beli.

Beli Beruang tersenyum senang. Halaman rumahnya kini bersih. “Jika nanti bunga-bunga sudah bermekaran di sekeliling rumahku, pasti halamanku akan makincantik,” pikir Beli.

Pesan Moral : Mari bersih-bersih rumah, agar rumah menjadi sehat dan jauh dari hewan-hewan berbahaya.

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci

Halo kawan-kawan semua, kali ini judulnya Cerita Bergambar Beruang & Kelinci yang berjudul “Belajar Rasi Bintang” dan “Kenapa Bintang Jatuh?” yang tokoh utamanya adalah Bili Beruang dan Kici Kelinci. Bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman-teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Belajar Rasi Bintang

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Belajar Rasi Bintang
Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Belajar Rasi Bintang

Bili Beruang dan Kici Kelinci terlihat sedang duduk bersantai sambil meminum cokelat panas di luar rumah. Mereka mengenakan baju wol tebal. Ya, musim salju telah tiba. Cuaca jadi dingin sekali. Danau di hutan bahkan berubah menjadi lapangan es. Perbukitan juga diselimuti salju tebal. Semuanya jadi serba putih.

“Langitnya indah sekali, ya, Bili. Bin­tangnya banyak!” seru Kici.

“Iya, memandangnya sampai mem­buatku lupa bahwa cokelatku sudah habis,” sahut Bili. la menuangkan cokelat panas ke cangkirnya lagi, kemudian menaruh kembali tekonya pada sisa batang pohon yang ditebang.

Bili merasa sangat senang jika duduk berdua bersama sahabatnya, Kici. Ada saja hal yangbisa mereka bahas.

Bili menatap langit, lalu berkata, “Apa kamu sadar, Kici? Bintang-bintang itu seperti membentuk sebuah pola.”

“Iya, itu namanya rasi bintang. Rasi bintang itu sekelompok bintang yang tampak berhubungan dan membentuk sebuah pola,” jawab Kici. Kici memang pintar. Dia suka sekali membaca buku tentang astronomi.

“Apakah kamu tahu bahwa ada rasi bintang yang menunjukkan arah?” lanjut Kici.

“Benarkah? Tunjukkan kepadaku,” ucap Bili yang terlihat sangat antusias.

Baca juga :
Cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang
Cerita Fabel Kura-Kura : Kakek Tepat Waktu
Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier

“Itu! Lihat ke arah selatan! Kamu akan melihatrasi bintang pari!” Kici menunjukkan rasi berbentuk pari yang mirip dengan layang-layang. “Rasi itu menunjukkan arah selatan.”

“Jadi kalau kita kehilangan arah atau tersesat, kita bisa menggunakan rasi itu sebagai petunjuk arah?” tanya Bili.

“Benar, Bili,” jawab Kici.

“Adakah rasi lain yang bisa menunjukkan arah juga?” tanya Bili penasaran.

“Ada tiga lagi. Lihat ke arah barat, itu ada tiga bintang kembar. Bentuknya seperti sabuk. Itu menunjukkan arah barat,” jelas Kici.

“Aku menemukannya. Apa nama rasi bintang itu?” Bili kembali bertanya.

“Namanya rasi bintang orion,” jawab Kici yang kemudian menunjuk ke arah tujuh bintang. “Bentuknya seperti gayung, tetapi rasi bintang itu disebut rasi bintang biduk. Rasi itu menunjukkan arah utara.”

“Wah! Ada tujuh bintang. Cantik!” seru Bili.

“Dan rasi bintang terakhir yang menunjukkan arah adalah bintang skorpio. Bentuknya seperti kalajengking. Tandanya ada bintang berwarna merah di perut pola kalajengking. Bisakah kamu menemukannya, Bili?” tanya Kici dengan tersenyum.

“Hmm…” Bili mencoba mencari bintang berwarna merah. Akhirnya, ia berhasil menemukannya. “Itu dia! Bintang warna merah yang sangat terang. Apa nama bintang merah itu?”

“Namanya antares. Rasi itu menunjukkan arah timur,” kata Kici.

“Wah! Berarti itu arah rumahku dari tempa ini,” celetuk Bili.

“Betul. Sudah malam, Bili. Ayo pulang!” ajak Kici.

“Ayo! Ikuti bintang antares!” teriak Bili dengan riang.

Bili dan Kici pun pulang. Sebelum pulang, Bili menatap langit dan melihat rasi bintang. Bili kembali mengingat penjelasan yang diberikan Kici. Rasi bintang pari me­nunjukkan arah selatan. Rasi bintang orion menunjuk ke arah barat. Rasi bintang biduk menunjukkan arah utara. Terakhir, rasi bintang skorpio menunjuk ke arah timur. Bili tersenyum senang.

Pesan Moral : Bercakap-cakap dengan teman juga bisa disebut belajar, Iho! Seperti Bili yangbelajar rasi bintang kepada Kici.

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Kenapa Bintang Jatuh?

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci :  Kenapa Bintang Jatuh?

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Kenapa Bintang Jatuh?

Bili masih ingat, malam kemarin Kici menjelaskan mengenai rasi bintang. Malam ini, Bili Beruang dan Kici Kelinci kembali minum cokelat panas di luar rumah. Di tempat yang sama, di tengah salju, dengan sebuah meja dari sisa batang pohon yang ditebang. Tak lupa, mereka mengenakan baju wol tebal yang hangat.

Bili menatap langit. Tiba-tiba, ia melihat bintang jatuh.

“Bintang jatuh, Kici!” seru Bili.

Bili berdiri tiba-tiba. Hampir saja is menumpahkan cangkir di meja kayu. Untung­lah, cangkir itu segera ditangkap Kici Kelinci.

“Iya, bintang jatuh, Bili. Cantik, ya!” balas Kici.

“Oh iya Kici, kenapa ada bintang jatuh? Lalu, jika salah satu bintang dari rasi bintang jatuh, apa yang akan terjadi? Rasi bintang pasti rusak!” teriak Bili dengan panik.

Sontak Kici tertawa keras.

“Kenapa kamu malah tertawa? Jika rasi bintang rusak, maka bintang penunjuk arah akan hilang! Apa yang harus kita lakukan?” Bili makin panik.

Namun, Kici tidak berhenti tertawa.

“Kici, berhentilah tertawa. Ini masalah serius!” seru Bili dengan sebal. “Apa kita harus mencari bintang lain untuk penunjuk arah, jika rasi bintang penunjuk arah rusak?”

Kici akhirnya mencoba berhenti ter­tawa. “Tenang, Bili. Sebenarnya, tidak ada bintang jatuh. Yang jatuh itu bukan bintang, melainkan meteor.”

“Meteor? Apa itu?” tanya Bili penasaran.

Baca juga :
Cerita Fabel Bergambar : Hutan Huhusa Menghitam
Cerita Fabel Gajah : Gagi dan Kehebatannya
Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan

“Meteor itu bebatuan di luar angkasa. Jadi di luar angkasa itu, ada banyak sekali bebatuan. Bebatuan luar angkasa itu disebut meteoroid,” jelas Kici sambil menyeruput cokelatnya.

“Hahaha! Berarti aku salah. Untunglah!” ujar Bili. Ia tertawa mengingat tingkahnya tadi. Ia terlalu panik karena ia tidak tahu apa-apa.

“Tapi, kamu tahu, Bili? Bebatuan di luar angkasa itu sangat panas, berapi-api. Makanya ketika bebatuan itu jatuh, mereka terlihat bersinar. Bagaimana ya, jika meteor itu sampai ke hutan ini?” tanya Kici jahil.

Bili kembali panik. “Hutan ini pasti hancur. Kita akan mati!”

“Hahaha! Tenang saja, itu tidak akan terjadi,” ucap Kici.

“Terus?” tanya Bili heran.

“Ketika menuju ke bumi, meteoroid itu akan hancur di lapisan luar bumi yang disebut atmosfer. Meteoroid yang terbakar di atmosfer itulah yang disebut meteor,” tutur Kici.

“Oh, untunglah!” Bili menghela napas. “Aku jadi sangat tertarik tentang benda­-benda luar angkasa.”

“Besok kamu bisa datang ke rumahku. Aku punya banyak sekali buku tentang astronomi, tentang luar angkasa,” ajak Kici.

“Siap! Aku akan banyak membaca buku agar tidak salah mengerti lagi,” kata Bili.

Bili menatap Kici Kelinci dengan kagum. Ternyata Kici Kelinci punya banyak pengetahuan yang bisa dibagi. Bili juga ingin melakukannya.

Bili menatap bintang jatuh yang datang lagi. “Itu bukan bintang jatuh, melainkan meteor! Kamu tidak boleh salah Iagi,” kata Bili dalam hati.

Pesan Moral: Rajinlah membaca buku. Membaca buku akan membuatmu menjawab pertanyaanmu sendiri.

Selain Cerita Bergambar Beruang & Kelinci, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/.

Cerita Fabel Anak : Balon Meletus

Seperti cerita fabel anak sebelumnya, cerita fabel anak kali ini pun mengandung pesan moral yang baik untuk dipetik. Ini dia cerita lengkapnya.

Cerita Fabel Anak : Balon Meletus

“Lalala…” senandung Ceci si tikus kecil dengan riang.

Ceci sedang bahagia sekarang. Wah, ada lima balon di tangannya. Balon warna-warni itu berkilauan diterpa terik matahari.

“Hei, Cecil”

Ceci mendengar suara yang memanggilnya. Tetapi, dia tidak menemukan siapa-siapa.

“Hei, Cecil”

Suara itu terdengar lagi. Ceci kembali mencari. Namun, dia kembali tidak menemukan siapa-siapa. Tiba-tiba…

Dor! Olala, tiba-tiba balon warna kuning Ceci meletus. Bersamaan dengan itu, keluarlah Meri Kupu-Kupu dari persembunyiannya. Ternyata tadi itu suara Meri.

“Hei,Cecil Aku Meri. Lihat, aku baru saja mendapatkan sayap setelah lama sekali berdiam dalam kepompong,” cerita Meri dengan semangat.

Namun, Ceci hanya diam. Dia justru menatap Meri dengan sebal. Warna sayap Meri sama dengan warna balonnya yang baru meletus. Ya, warna kuning.

“Pasti karena kamu, balonku jadi meletus,” tuduh Ceci.

“Apa karena terkejut dengan keda­tanganku, kamu meletuskan balonmu, Ceci?” tanya Meri dengan lugu.

“Jangan pura-pura! Kamu yang me­letuskan balonku, bukan?” tanya Ceci de­ngan kesal.

“Apa buktinya aku melakukannya?” Meri balik bertanya.

“Ketika kamu masih ulat, warnamu hijau. Kenapa ketika jadi kupu-kupu, warna sayapmu bukan hijau melainkan kuning?” tanya Ceci. “Itu karena warna kuning balon­ku berpindah ke sayapmu.”

“Kamu mengada-ada, Ceci. Itu tidak mungkin,” sanggah Meri.

“Lalu kenapa sayapmu bisa berwarna kuning, kalau bukan karena balonku?” tanya Ceci.

“Itu karena…” Mari merasa terpojok. Dia juga tidak tahu jawaban pertanyaan Ceci. “Yang penting, bukan aku yang meletuskan balonmu. Sungguh.”

“Terus siapa, katau bukan kamu?” Ceci tampak makin kesal.

[Baca juga : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek]

Ceci memeluk balon yang tersisa erat­-erat. Dia tidak mau balon itu meletus lagi, dan warna balonnya berpindah ke sayap Meri.

“Ya sudah, aku akan mengganti balon­mu. Aku akan membelinya di Paman Gow Gajah,” ucap Meri.

“Bagus! Aku tunggu di sini,” kata Ceci. Mari pun pergi.

Tak lama kemudian, dua balon Ceci meletus kembali. Ceci sontak marah-marah. Kenapa balonnya kembali meledak?

“Siapa yang meletuskan balonku?” teriak Ceci.

“Itu karena matahari,” kata Foxi si rubah berkacamata yang tiba-tiba datang. la terkenal pintar. “Itu karena terik matahari terus-terusan mengenai balonmu, sehingga udara di balon itu menguap dan akhirnya meletus.”

Ceci melongo mendengar penjelasan Foxi. “Ternyata begitu. Berarti aku tetah menuduh Meri. Ah, aku sudah salah. Aku harus minta maaf. Terima kasih, Foxi,” ucap Ceci.

Ceci segera berlari menemui Meri dan menjetaskan semuanya. la meminta maaf karena tetah menuduh Mari meletuskan balonnya. Meri memaafkan Ceci, tapi dengan satu syarat, Ceci tidak boleh sembarangan menuduh lagi. Ceci pun berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Pesan Moral : Kamu tidak boleh menuduh seseorang jika tidak ada bukti.

Baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/

Cerita Fabel Anak : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek

Cerita fabel anak ini berjudul “Anak-Anak Nyonya Desi Bebek” dengan karakter hewan bebek yang dijadikan sebagai tokoh dalam cerita fabel ini. Dan cerita fabel anak kali inipun memiliki pesan moral didalamnya. Yuk kita membaca bersama.

Cerita Fabel Anak : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek

Cerita Fabel Anak : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek
Cerita Fabel Anak : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek

Ibu akan mengajak kalian ke danau,” kata Nyonya Desi bebek kepada empat anaknya yang amat lucu dan lincah.

“Hore!” teriak keempat anaknya.

Nyonya Desi pun berjalan di depan. Empat anaknya mengikuti di belakang. Sesampainya di danau, keempat anaknya terpukau. Wah! Danaunya cantik sekali. Banyak bunga teratai yang sedang mekar. Tanpa membuang waktu, mereka segera berenang di danau.

Sayangnya, kesenangan itu lenyap seketika saat tiba-tiba keempat anak bebek bertengkar. Setiap anak bebek menganggap dirinya paling hebat dibandingkan saudaranya yang lain.

“Lihat ini!” seru Kiki, anak bebek pertama, sambil menarik kuat sulur tanaman dengan paruhnya sampai tanaman itu tercabut. “Paruhku sangat kuat! Aku sangat hebat!”

“Ah, itu biasa! Lihat ini, aku pintar menarik sahut Kiro, anak bebek kedua, yang sedang berputar di permukaan air sambil mengepakkan sayapnya. Tariannya memang sangat cantik.”

“Ah, itu tidak ada apa-apanya! Lihat aku!” teriak Kipo, anak ketiga. Dia menyelam ke dalam air dan keluar dengan paruh mengigit ikan. la memakan ikan itu, lalu berkata, “Aku anak Nyonya Desi yang paling hebat. Aku sangat pintar mencari ikan.”

Ketiga bebek itu lalu menatap Kica, anak keempat. Kica hanya kebingungan, tidak tahu akan menunjukkan apa.

“Kamu tidak pintar apa pun, Kica?” tanya Kipo.

“Em, aku bisa..,” jawab Kica dengan pelan. Padahal dia sendiri tidak tahu apa kelebihannya.

“Bisa apa?” tanya Kiki penasaran. “Selama ini hanya hal-hal konyol yang kamu lakukan.”

“lya! Menangkap cacing saja kamu tidak pernah bisa,” sahut Kiro.

[Baca juga : Belajar Rasi Bintang]

Kica menatap ke atas. Dia melihat capung-capung terbang. “Aku memang tidak bisa menangkap cacing. Tapi, aku akan menangkap capung-capung itu,” ujar Kica seraya menunjuk capung-capung di atasnya.

“Benarkah?” tanya Kiki, tak percaya.

“Itu susah sekali. Coba buktikan!” seru Kiro.

Kica merasa ragu-ragu. Tetapi, dia tidak mau dianggap tidak memiliki kelebihan oleh saudara-saudaranya.

“Aku akan membuktikannya!” teriak Kica.

Kica lalu naik ke atas punggung Nyonya Desi. la melompat, mencoba mendapatkan capung-capung itu. Tapi, rupanya capung­-capung itu terbang dengan gesit. Capung-­capung itu justru malah mempermainkan Kica.

Kica merasa sebal. la berusaha melompat lebih tinggi, namun… byuurr! Olala, Kica terpeleset dari punggung Nyonya Desi dan terjatuh ke air.

Ketiga saudara Kica tertawa. Nyonya Desi juga tertawa. Ah, betapa malunya Kica.

“Aku benar-benar tidak bisa apa-apa,” ucap Kica dengan sedih.

“Kamu lucu, Kica!” kata Kiro. Kedua saudaranya mengangguk setuju.

“Jangan sedih, Kica sayang. Kamu juga sangat hebat! Kamu pintar sekali membuat ibu dan saudara-saudaramu tertawa,” sahut Nyonya Desi.

“Kami senang ketika kamu melakukan hal konyol. ltu membuat kami terhibur!” puji Kiki.

“Semua anak ibu punya keahlian masing-­masing. Semua anak ibu hebat! Ayo, peluk ibu!” seru Nyonya Desi. Kiki, Kiro, Kipo, dan Kica pun memeluk Nyonya Desi.

Pesan Moral : Semua anak itu hebat dan punya keahlian masing-masing.

Baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/

Pin It on Pinterest