Payung Terbang

Nona Derti Kucing memiliki payung terbang. Payung itu berwarna merah dan memiliki sayap jika dibuka. Payung ajaib itu hadiah dari saudara kembarnya, Nona Diana. Nona Diana adalah kucing penyihir yang baik hati. Dengan senang hati, ia memberikan payung terbang itu kepada Nona Derti.

“Payung ini bisa kamu gunakan ketika perjalanan jauh. Jadi kamu tidak usah susah payah berjalan,” begitu kata Nona Diana saat memberikan payung terbang itu.

“Aku ingin mencobanya,” kata Nona Derti.

Nona Derti membuka payung berwarna merah itu. Ia berpegangan pada pegangan payung, dan… wush! Payung itu mengangkat tubuhnya, membuat Nona Derti terbang.

“Asyik!” teriak Nona Derti. “Terima kasih, saudaraku.”

“Sama-sama,” sahut Nona Diana.

Sayangnya, setelah mendapatkan pa­yung terbang itu, Nona Derti jadi pemalas. Ke rumah tetangga atau ke mana saja, ia akan terbang menggunakan payung itu. Bahkan sampai menyiram tanaman di kebun pun, dia terbang dengan payungnya. Dia tidak mau berjalan.

Melihat hal itu, Nona Diana menjadi sedih. la pun menasihati Nona Derti, “Aku memberikan payung itu untuk kamu gunakan ketika bepergian, Nona Derti. Tidak digunakan setiap hari seperti ini. Gunakan ketika perlu saja.”

“Tetapi, sekarang aku jarang bepergian. Lebih baik payung ini kugunakan setiap hari. Aku bisa menyelesaikan tugas dengan cepat dan aku tidak lelah berjalan,” kata Nona Derti.

“Tapi, nanti kamu…”

“Sudahlah, Nona Diana. Tidak usah me­nasihatiku,” Nona Derti memotong ucapan Nona Diana. Ah, dia tidak mau men­dengarkan nasihat Nona Diana.

Makin hari, tubuh Nona Derti menjadi makin gemuk. Ya, itu karena dia tidak pernah berjalan dan berolahraga. Setiap hari, ia selalu terbang. Apalagi Nona Derti termasuk kucing yang suka makan.

Suatu hari, Nona Derti terbang dengan payungnya menuju rumah Nona Diana. Di perjalanan, Nona Derti merasa payungnya tidak bisa terbang tinggi. Terbangnya me­lambat.

“Ada apa dengan payung ini? Apa ada yang rusak?” tanya Nona Derti.

Nona Derti mendongak, menatap pa­yungnya. la tidak menemukan lubang, so­bekan, atau karat di payung ajaibnya. Te­tapi, kenapa payung ajaib itu tidak seperti biasanya?

Tiba-tiba, angin bertiup kencang, mem­buat payung terbang itu oleng dan menabrak pohon. Olala, payung itu jatuh ke tanah, begitu pula Nona Derti. Untung saja, Nona Derti hanya luka ringan.

Nona Derti melihat payung terbangnya rusak karena tersangkut di kayu runcing. Padahal, rumah Nona Diana masih cukup jauh.

“Astaga! Pasti karena tubuhku terlalu berat! Sekarang aku memang jarang olahraga,” kata Nona Derti sembari menatap payung terbangnya yang rusak.

Nona Derti Kucing pun menyesal. Seharusnya dia tidak menggunakan payung itu setiap hari dan rajin olahraga.

“Yah… aku harus jalan kaki sekarang.” Mau tidak mau, Nona Derti harus berjalan kaki menuju rumah Nona Diana. Berjalan kaki membuat tubuh Nona Derti berkeringat dan lambat laun tubuhnya pun menjadi lebih ringan.

Pesan Moral: Kamu harus rajin olahraga, agar tubuhmu sehat dan tidak kegemukan.

Selain Payung Terbang, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/.

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest