Cerita Fabel Semut : Kisah Menegangkan di Sungai

Halo kawan-kawan semua, kali ini judulnya Cerita Fabel Semut : Kisah Menegangkan di Sungai yang tokoh utamanya adalah Raja Semut dan Raja Belalang. Bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman-teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Fabel Semut : Kisah Menegangkan di Sungai

“Hormat saya, paduka Raja Semut. Ini ada undangan dari Ratu Lebah,” kata Pengawal Istana Semut. Dia memberikan sebuah surat dari daun kering kepada Raja Semut.

Raja Semut membuka undangan itu sambil duduk di singgasananya. Raja Semut bersorak bahagia, “Ternyata Ratu Lebah, sahabatku, akan mengadakan pesta ulang tahun!”

Tetapi, Ratu Lebah meminta Raja Semut datang sendirian tanpa para pengawalnya. Ratu Lebah ingin ratu dan raja hewan yang diundangnya menjadi mandiri dan berani. Raja Semut mengangguk-angguk paham.

“Aku akan ke pesta ulang tahun Ratu Lebah sendirian. Kalian para pengawalku, di sini saja. Jaga istana kita!” Raja Semut memberi pengumuman.

Penasihat Raja mulanya menentang. Dia khawatir akan terjadi apa-apa dengan Raja Semut. Dia memohon agar Raja Semut membawa beberapa pengawal. Namun, Raja Semut meyakinkan bahwa dia berani dan tidak akan terjadi apa-apa. Akhirnya Penasihat Raja mengalah.

“Aku akan berangkat sekarang,” pamit Raja Semut. Ia pun berangkat.

Sebenarnya, pesta Ratu Lebah nanti malam. Tetapi, Raja Semut berangkat lebih awal. Dia berangkat pada sore hari menuju istana Ratu Lebah sendirian. Ini pertama kalinya Raja Semut pergi tanpa pengawal. Padahal, rumah Ratu Lebah cukup jauh, yaitu di seberang sungai.

Sesampainya di tepi sungai, Raja Se­mut membuat sebuah perahu daun. Dia menggunakan perahu daun itu untuk menye­berangi sungai. Arus sungai cukup deras. Raja Semut pun harus mendayung perahunya sekuat tenaga.

Tetapi, tiba-tiba sebatang ranting besar hanyut ke arahnya. Alhasil, Raja Semut tidak sempat menghindar.

“Tidaaak!” teriak Raja Semut dengan kencang, tepat ketika ranting kayu itu me­nabrak perahunya.

Olala, perahu Raja Semut terbalik. Raja Semut pun terombang-ambing di sungai terbawa arus. Raja Semut terus berteriak, “Tolong! Tolong!”

Baca juga:
Cerita Bergambar Beruang & Kelinci
Cerita Fabel Kura-Kura : Kakek Tepat Waktu
Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier

Untunglah, Raja Belalang mendengar teriakan Raja Semut. Dia segera mengangkat tubuh Raja Semut dan membawanya ke batu terdekat.

“Kamu tidak apa-apa, Raja Semut?” tanya Raja Belalang.

“Iya, aku tidak apa-apa. Terima kasih, Raja Belalang.” Raja Semut mengelap air di tubuhnya dengan tangan. Dia juga membenarkan mahkotanya yang miring.

“Apa kamu mau ke pesta Ratu Lebah, Raja Semut?” tanya Raja Belalang.

Raja Semut mengangguk. “Apa kamu juga, Raja Belalang?”

Raja Belalang mengangguk. Tetapi, tanpa dia sadari, seekor ikan berenang men­dekat. Tiba-tiba, ikan itu melompat. Dan…

Hup! Ikan itu menelan Raja Belalang. Raja Semut terkejut, namun dia segera bertindak. Raja Semut melompat dan masuk ke mata ikan. Ia menggigit mata ikan itu.

Sontak ikan itu berteriak kesakitan, “Aduh!”

Raja Belalang tidak melewatkan ke­sempatan tersebut. Ketika mulut ikan itu terbuka, dia segera terbang keluar. Kaki Raja Belalang meraih Raja Semut dan mem­bawanya terbang ke tepi sungai.

“Terima kasih, Raja Semut. Kamu me­nyelamatkanku, padahal tadi bahaya sekali,” ucap Raja Belalang.

“Terima kasih, Raja Belalang. Kamu juga menyelamatkanku, padahal tadi yang kamu lakukan juga bahaya sekali,” balas Raja Semut.

Raja Semut dan Raja Belalang pun menuju ke pesta Ratu Lebah bersama-sama. Mereka merasa perjalanan itu membuat mereka lebih berani. Sejak saat itu pula, Raja Semut dan Raja Belalang bersahabat.

Pesan Moral: Ketika orang lain dalam bahaya, kamu harus bisa bertindak cepat dan berani menolong.

Selain Cerita Fabel Semut : Kisah Menegangkan di Sungai, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/.

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest