Cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang

Halo semua, kali ini judulnya cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang yang tokoh utamanya adalah Beru Beruang dan Long Kalong. Bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman-teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang

Beru Beruang memiliki kebun buah yang luas. Di kebun itu, berbagai pohon buah ditanamnya. Ada apel, jeruk, jambu, dan ceri. Setiap malam, sebelum tidur, Beru punya kebiasaan unik, yaitu menatap kebun buahnya melalui jendela kamar.

Seperti malam itu, melalui jendela, Beru Beruang menatap pohon jambunya yang berbuah lebat. Dia berpikir, bagaimana cara memanen jambu-jambu itu? Tidak mungkin Beru memanjat. Tubuh Beru sangat besar dan gendut, bisa-bisa pohon itu malah tumbang.

“Besok aku memetik pakai galah saja,” ujar Beru.

Beru berbaring di tempat tidur. Sewaktu Beru menutup mata, tiba-tiba terdengar kaca jendelanya diketuk. Beru melihat ke jendela. Oh, ternyata yang datang adalah sahabatnya, Long si Kalong. Long Kalong adalah kelelawar pemakan buah yang tubuhnya besar.

Long Kalong tersenyum. Beru segera membuka jendela kamarnya. “Selamat malam, Long. Ada apa?” tanya Beru.

“Selamat malam, Beru. Maaf meng­ganggu. Beru, bolehkah aku meminta jambumu? Aku sangat lapar,” kata Long Kelelawar.

Long Kelelawar memang hewan yang keluar pada malam hari untuk mencari makan. Dia adalah hewan pemakan buah-­buahan.

“Tentu saja boleh. Kamu boleh mengam­bil sepuasmu, Long,” ujar Beru.

“Benarkah? Terima kasih, Beru.” Long langsung terbang berputar saking senangnya. Lalu dia menuju pohon jambu sambil ber­seru, “Tunggu! Jangan tidur dulu, Beru. Aku juga akan memetiknya untukmu!”

Tak perlu waktu lama, Long sudah membawakan beberapa buah jambu untuk Beru. Beru dan Long pun memakan buah jambu sambil menatap bintang.

Baca juga :
Cerita Fabel Kura-Kura : Kakek Tepat Waktu
Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier
Cerita Fabel Bergambar : Hutan Huhusa Menghitam

“Wah, manis sekali jambu yang kamu petik, Long. Kamu pintar sekali memilih jambu yang enak,” puji Beru.

“Aku memang punya indra penciuman yang tajam, Beru. Itu membantuku untuk mengetahui buah mana yang matang dan enak,” jelas Long sambil menggigit jambu.

Beru mengacungkan jempolnya ke arah Long. “Kamu keren, Long!”

“Ah, kamu bisa saja. Kamu lebih keren, Beru. Kamu menanam banyak pohon buah. Jadi kamu tidak susah-susah mencari buah di hutan lebat. Cukup keluar rumah, kamu sudah bisa menikmati buah lezat,” puji Long Kalong.

“Aku memang suka menanam. Tidak hanya buah lezat yang kudapat, rumahku juga jadi sejuk karena adanya pepohonan. Yang penting, buah-buah dari kebunku dapat aku bagikan kepada hewan lain,” ujar Beru.

“Beru, sebenarnya tadi aku dengan mudah memilih jambu yang matang, karena buah jambunya sudah banyak yang matang. Kalau tidak segera dipetik, pasti busuk. Sayang sekali,” ucap Long.

“Aku pun ingin memanennya dan mem­bagikannya kepada teman-teman. Apakah kamu mau membantuku, Long?” tanya Beru.

“Tentu saja!” jawab Long dengan se­mangat.

Malam itu, Long membalas kebaikan Beru karena sudah berbagi jambu kepa­danya. Dengan senang hati, dia membantu Beru memetik jambu. Sedangkan Beru mengumpulkan jambu-jambu itu ke keranjang. Beru tersenyum senang. Dia tidak sabar untuk berbagi jambu-jambu manis itu kepada teman-temannya.

Pesan Moral : Manfaat menanam buah sangat banyak, salah satunya yaitu rumahmu akan menjadi sejuk. Selain itu, kamu bisa memakan buah sepuasnya dan membagikan buah itu kepada prang lain.

Selain Cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/.

Satu pemikiran pada “Cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest