Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier

Halo semua, kali ini judulnya cerita fabel anjing : Jiji Si Anjing Terrier yang tokoh utamanya adalah Jiji Anjing dan Gagi Gajah. bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman-teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier

“Tolong! Tolong aku!”

Gagi Gajah mendengar teriakan itu. Sepertinya asalnya dari jurang. Gagi segera menengok ke bawah tebing. Benar saja, ia melihat Jiji, si Anjing Terrier sedang berpegang erat pada batang pohon pinggir tebing.

“Tolong aku, Gagi! Aaahh!” Ranting tempat Jiji berpegangan patah. Jiji hampir saja jatuh ke jurang. Untunglah, belalai Gagi dengan sigap melilit tubuh Jiji dan menariknya ke atas. Gagi lalu menurunkan Jiji di sampingnya.

Jiji bernapas lega. “Terima kasih telah menolongku, Gagi. Aku janji akan membalas budimu.”

Gagi sontak tertawa mengejek. Ia memang terkenal sombong. “Tubuhmu tak bisa dibandingkan denganku. Bahkan penciumanmu yang terkenal hebat itu, kalah tajam dengan penciumanku. Lalu apa yang bisa kamu bantu?” Gagi berjalan pergi sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Suatu pagi, Jiji berjalan-jalan di tengah hutan. Ia mencium bau tubuh Gagi. Jiji pun mengendus tanah, mengikuti aroma tubuh Gagi. Namun, Jiji heran. Aroma Gagi berhenti di lubang perangkap pemburu.

“Gagi!” teriak Jiji begitu melihat Gagi di dalam lubang itu. “Aku akan menolongmu!”

“Apa yang bisa kau bantu? Tubuh kecilmu tak bisa mengangkatku. Aku sudah berusaha keluar dari lubang ini sejak tadi malam, tetapi sia-sia. Aku tidak bisa melompat, dan aku sangat lapar!” seru Gagi.

“Tunggu sebentar, akan kucarikan makanan untukmu!” teriak Jiji.

Jiji bergegas mengambil buah yang berjatuhan di tanah. Satu per satu ia membawanya dengan mulut dan melem­parkannya ke dalam lubang itu.

Gagi memakan buah-buahan itu dengan lahap. Sedangkan Jiji berpikir keras, mencari cara mengeluarkan Gagi dari lubang. Jiji menatap kuku-kukunya yang tajam dan kuat.

Baca juga :
Cerita Fabel Gajah : Gagi dan Kehebatannya
Cerita Fabel Bergambar : Hutan Huhusa Menghitam
Cerita Fabel Anak : Buah-Buah yang Berputar

“Aku tahu caranya!” Ia melompat, masuk ke dalam lubang perangkap.

Gagi terkejut. “Kalau kamu tidak bisa menolongku, kamu tidak usah ikut-ikutan terjebak di lubang ini, Jiji!”

“Tenanglah, Gagi. Lebih baik kamu lanjutkan makanmu agar tubuhmu kuat kembali!” kata Jiji.

Kemudian Jiji dengan sekuat tenaga, menggali tanah di sisi lubang dengan cakarnya yang kuat. Anjing jenis terrier seperti Jiji memang pintar sekali menggali tanah.

“Tanahnya sudah miring. Kamu bisa naik ke atas,” ucap Jiji sambil tersenyum lega.

Gagi menatap Jiji yang tampak lelah. Ia terharu melihat perjuangan Jiji menggali tanah untuk menolongnya. Gagi pun berusaha keras naik lewat jalan miring itu.

“Yey! Aku keluar! Jiji, ayo naik!” teriak Gagi begitu berhasil keluar.

Sayangnya, Jiji tidak bisa naik. “Auw! Kakiku sakit!”

Olala, salah satu pergelangan kaki Jiji berdarah. Pasti tadi kaki Jiji terluka karena terkena akar ketika menggali.

“Kenapa kamu menolongku sampai kakimu berdarah? Kamu bisa mati karena menolongku!” Gagi makin panik seat telinga lebarnya mendengar suara pemburu dari kejauhan.

“Kamu bisa menolongku lagi dengan belalaimu, Gagi,” usul Jiji.

Gagi segera melilit tubuh Jiji dengan belalainya dan menariknya ke atas, lalu membawa Jiji lari. Setelah dirasa aman, Gagi menurunkan Jiji.

“Terima kasih, Jiji. Kamu rela me­nolongku, bahkan hampir mengorbankan nyawamu. Maafkan aku, karena meremeh­kanmu,” ucap Gagi.

“Terima kasih juga, Gagi. Kamu juga sudah menolongku,” sahut Jiji.

Sejak saat itu, Gagi sadar bahwa is tidak boleh meremehkan hewan lain. Karena hewan sehebat apa pun, pasti membutuhkan pertolongan hewan lain.

Pesan Moral : Sebagai makhlik ciptaan Tuhan, kita harus tolong-menolong.

Selain Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier , baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/.

Satu pemikiran pada “Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest