Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan

Halo semua, kali ini judulnya cerita fabel kelinci : Diikuti Awan yang bercerita tentang Somi Kelinci. bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman-teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan

Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan
Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan

Ada awan putih yang mengikuti Somi Kelinci. Awan itu menghalangi terik matahari, sehingga jalan Somi jadi lebih teduh. Somi menyukainya. Tetapi, dia penasaran, kenapa awan itu mengikutinya?

“Apa kau mau mengikutiku sampai ke rumah Kakek Gord Kelinci, Awan?” tanya Somi Kelinci seraya mendongak ke atas.

“Aku tidak mengikutimu. Aku memang mau ke bukit itu. Ya, di bukit itu memang ada rumah Kakek Gord,” jawab Awan.

Somi tidak percaya dengan jawaban Awan. Sebab Somi menyadari bahwa dari rumahnya sampai pertengahan jalan ke rumah Kakek Gord ini, Awan terus mengi­kutinya.

“Jujur saja, Awan. Kenapa kamu mengi­kutiku?” desak Somi.

“Aku sudah bilang, aku tidak mengi­kutimu. Lebih baik aku mendahuluimu saja. Sampai jumpa,” ucap Awan.

Awan itu pun terbang mendahului Somi Kelinci. Namun, Somi Kelinci segera mengejarnya.

“Tolong, jangan pergi! Nanti aku ke­panasan. Baiklah, kamu tidak mengikutiku Kita berjalan bersama-sama saja,” bujuk Somi.

Baca juga:
Bero Beruang Penyuka Rasberi
Kedai Cokelat Tuan Grey
Bunga Kolam
Bulu Cantik Koli Ayam

“Tetapi, kamu bau. Jangan-jangan kamu belum mandi?” tanya Awan dengan penuh selidik.

“Aku sudah mandi kemarin,” jawab Somi dengan berbohong.

Somi Kelinci memang paling malas mandi. Dia bisa mandi tiga hari satu kali. Dia tidak peduli akan bau tubuhnya yang tidak enak. Dia juga jarang ganti baju.

“Kasihan Kakek Gord jika kamu datang. Hidungnya pasti tersiksa dengan baumu,” kata Awan.

“Ah, kamu terlalu berlebihan. Kakek Gord pasti sangat suka jika cucu kesayangannya datang,” sanggah Somi.

“Tetapi, lebih baik kamu mandi dulu. Itu, di sana ada sungai,” saran Awan.

Namun, Somi melewati sungai begitu saja. Dia masih malas mandi. Lagi pula, air sungai itu sangat dingin.

“Kenapa tubuhmu menjadi lebih besar, Awan?” tanya Somi, mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Karena kita sudah hampir sampai di pegunungan. Makin tinggi tempat kita, tekanan udara juga makin tinggi, sehingga tubuhku akan menjadi makin lebar dan besar,” jelas Awan.

“lya. Kita memang hampir sampai di rumah Kakek Gord. Huh! Hawanya mulai dingin. Untunglah, tadi aku tidak jadi mandi di sungai,” ucap Somi.

Tak lama kemudian, Awan menjadi lebih gelap. Olala, tiba-tiba ia mengeluarkan hujan dan membasahi tubuh Somi.

“Apa yang kamu lakukan, Awan? Dingin sekali!” teriak Somi.

“Aku sudah sampai di tujuanku. Di bukit ini, aku memang harus menurunkan hujan untuk bumi, dan juga agar kamu mandi,” jawab Awan.

“Ah, dingin sekali!” Somi Kelinci berlari menuju rumah Kakek Gord.

“Kau harus rajin mandi, Somi. Kalau tidak, akan ada awan yang mengikutimu, lalu kamu akan mandi air hujan yang dingin! Hahaha!” teriak Awan dengan keras sampai terdengar oleh Somi.

Somi menggeleng keras. “Aku tidak mau!”

Somi berlari makin kencang menuju rumah Kakek Gord. Dia tidak mau ada awan yang mengikutinya lagi. Dia harus rajin mandi, katanya dalam hati.

Pesan Moral : Tidak boleh banyak alasan. Kamu harus rajin mandi agar tidak bau.

Selain Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/ .

Satu pemikiran pada “Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest