Cerita Fabel Hewan Rubah : Kedai Cokelat Tuan Grey

Halo semua, kali ini judulnya cerita fabel hewan rubah : Kedai Cokelat Tuan Grey yang bercerita tentang Grey Rubah, Weli Rubah dan Foci Sapi. bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Fabel Hewan Rubah : Kedai Cokelat Tuan Grey

Cokelat panas di kedai kopi Tuan Grey Rubah memang terkenal lezat. Buktinya, banyak hewan yang rela mengantre. Lihat saja antrean panjang di depan kedai itu. Antreannya seperti ular naga. Di tengah antrean itu, tampak Weli Rubah dan Foci Sapi ikut mengantre.

“Weli, kamu, ‘kan, keponakan Tuan Grey?” tanya Foci sambil mempererat jaketnya karena udara sore itu cukup dingin.

“Terus kenapa?” tanya Weli yang tidak mengerti.

“Kamu harusnya mendapatkan pe­layanan istimewa dan tidak usah mengantre panjang seperti ini,” ujar Foci. Foci sungguh tidak sabar untuk mencoba cokelat panas terlezat itu, apalagi antrean di depannya masih panjang.

“Aku juga sama dengan yang lain, yaitu pembeli. Jadi aku harus mengantre,” ujar Weli.

“Tapi, aku sudah ingin cepat-cepat merasakan cokelatnya,” rengek Foci. “Kalau menunggu antrean, terlalu lama.”

“Sabar, nanti juga kita akan mendapat giliran untuk membeli,” ucap Weli.

Foci sebal. Ia tidak ingin antre. Berdiri lama-lama di antara barisan itu melelahkan. Kakinya pegal.

“Jika kamu keluar dari barisan, tempatmu akan diambil oleh pengantre yang lain,” kata Weli.

Baca juga :
Belajar Rasi Bintang
Bero Beruang Penyuka Rasberi
Biji dari Nyonya Ros Bangau

Foci tidak mau itu terjadi. Ia sudah sangat penasaran dengan rasa cokelat Tuan Grey. Selezat apa sih cokelat panas Tuan Grey, sampai para hewan mau mengantre panjang.

Makin dekat dengan tempat Tuan Grey meracik cokelatnya, aroma cokelat yang manis dan harum makin tercium oleh Foci dan Well, membuat Foci makin penasaran. Berbeda dengan Weli, ia sudah biasa merasakan cokelat itu.

Akhirnya, tiba giliran Foci dan Weli untuk dilayani. Tuan Grey menyapa dengan ramah, “Hei, Weli, kamu datang bersama temanmu?”

“Iya, Paman Grey. Dia Foci Sapi, siswa pindahan di sekolahku. Dia sungguh penasaran dengan rasa cokelat panas buatan Paman,” ujar Weli.

“Sebentar, akan kubuatkan dua cokelat panas.” Dengan cekatan, Tuan Grey membuatkan dua gelas cokelat panas dan memberikannya kepada Weli.

“Ini uangnya, Paman,” ucap Weli seraya memberikan uang kepada pamannya itu.

“Tidak usah. Uangnya kamu simpan saja untuk membeli yang lain,” kata Tuan Grey.

“Terima kasih,” ucap Weli dan Foci dengan riang.

Weli memberikan segelas cokelat panas untuk Foci dan mereka keluar dari antrean. Foci segera mencoba cokelat panas itu. Barumencicipi sedikit, is langsung berseru, “Enak sekali!”

“Tentu saja. Kamu tahu, Foci, mengapa cokelat di kedai kopi Tuan Grey sangat lezat?” tanya Weli.

“Pasti karena biji cokelatnya pilihan, ‘kan?” jawab Foci.

“Memang benar. Tetapi, ada rahasia lain,” kata Weli.

“Apa itu?” tanya Foci penasaran.

“Rahasia kelezatan cokelat panas Tuan Grey adalah karena cokelat panas tersebut merupakan basil clari kesabaran kita mengantre. Jadi, ketika kita meminumnya, kita merasa bahagia karena sudah bisa bersabar,” jelas Weli sambil mengacungkan jempolnya. “Kamu hebat sudah bisa ber­sabar, Foci.”

“Hehehe. Aku juga merasa bangga karena sudah bisa bersabar,” ucap Foci.

Foci menyeruput cokelatnya sampai habis. Rasa cokelatnya memang membuat ketagihan. Besok, Foci siap bersabar untuk mengantre demi mendapat cokelat panas Tuan Grey lagi.

Pesan Moral : Mengantri akan melatih kesabaranmu.

Selain Cerita Fabel Hewan Rubah : Kedai Cokelat Tuan Grey, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/ .

Satu pemikiran pada “Cerita Fabel Hewan Rubah : Kedai Cokelat Tuan Grey”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest