Cerita Fabel Anak : Bunga Kolam

Hai semua, kali ini judulnya cerita fabel anak : bunga kolam yang bercerita tentang Asel Rubah dan Seo Ikan. bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Fabel Anak : Bunga Kolam

Cerita Anak : Bunga Kolam
Cerita Anak : Bunga Kolam

Rintik hujan beradu dengan jas hujan yang dikenakan Asel Rubah. Suaranya seperti musik yang indah. Asel jadi makin semangat menari, berputar-putar di tengah lapangan sambil bersenandung.

Asel Rubah memang suka sekali berhujan-­hujan. Ibunya tahu itu dan mengizinkan Asel untuk meIakukan kesukaannya tersebut, asalkan Asel Rubah memakai jas hujan.

Ketika hujan reda, Asel melihat bunga cantik di pinggir lapangan. Ia menghampiri bunga itu dan memetiknya.

“Aku akan memberikan bunga ini kepada ibu. lbu pasti senang,” pikir Asel.

Bunga kuning di tangan Asel cukup besar. Bentuknya kerucut dan berwarna kuning. Banyak air hujan yang tertampung pada bunga itu.

“Bunga apa ini? Ah! Aku akan me­namainya bunga kolam saja, karena bunga ini bisa menampung air seperti kolam,” kata Asel.

Asel pun membuang air di dalam bunga itu. Olala, tak sengaja, air itu mengenai seekor ikan kecil yang terjepit di rerumputan.

“Oh, tidak. Aku harus menolong ikan ini!” seru Asel.

Asel menyadari bahwa ikan kecil itu hampir mati karena tidak berada di air. Asel langsung memetik bunga kerucut kuning lagi, dan menaruh ikan kecil itu ke dalam air hujan yang tertampung di bunga.

“Kamu belum mati, `kan, ikan kecil?” tanya Asel sembari mengamati ikan kecil yang tidak bergerak sedikit pun. “ikan kecil, bangunlah!”

Untunglah, ekor ikan kecil itu bergerak. Tak lama kemudian, keIuar gelembung udara dari mulut ikan kecil dan ia berenang di dalam bunga kolam itu. Asel bernapas lega melihatnya.

“Terima kasih, kamu telah menolongku. Tanpamu, aku pasti sudah mati,” kata ikan kecil itu. “Salam kenal. Namaku Seo, anak ikan emas.”

[Baca juga : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek]

“Sama-sama, Seo. Namaku Asel Rubah.” Asel tersenyum lagi. “Oh, iya, Sea. Kenapa kamu bisa tersangkut di antara rerumputan?”

“Tadi hujan deras dan air kolam meluber. Aku tidak mendengarkan nasihat ibuku untuk bersembunyi di bawah daun teratai. Aku malah muncul ke permukaan. Akibatnya, aku terbawa air yang meluber,” kata Seo dengan sedih.

“Tetapi, sekarang kamu sudah selamat. Tenang saja, aku akan mengantarmu bertemu ibumu lagi. Kamu tinggal di kolam mana?” tanya Asel.

“Aku tinggal di kolam milik Kaci Kancil,” jawab Seo.

“Rumah Kaci Kancil tidak jauh dari sini. Aku akan mengantarkanmu ke sana,” ucap Asel.

“Kamu baik sekali, Asel,” puji Seo.

Dengan hati-hati, Asel membawa bunga kolam itu agar air di dalamnya tidak terguncang. Jika itu sampai terjadi, kasihan Seo, pasti ia akan pusing.

Akhirnya, Asel sampai di kolam milik Kaci Kancil. Dengan hati-hati, Asel menaruh bunga itu di kolam. Seo lalu berenang keluar dari bunga itu dan bertemu ibunya.

“Terima kasih, Asel. Kamu telah peduli dan mau membantuku,” ujar Seo. Kepalanya terlihat menyernbul dari permukaan air.

“Sama-sama, Seo. Aku senang bisa membantu. Aku harus pulang dan mandi sekarang. Kapan-kapan aku akan menemuimu lagi, Sao. Sampai jumpa,” pamit Asel.

Asel mengambil bunga kerucut kuning itu dari kolam, kemudian berlari pergi.

“Aku akan menunggumu. Sampai jumpa, Asel!” teriak Seo.

Pesan Moral : Dalam situasi sulit, kamu harus bertindak tanggap untuk menolong orang lain.

Selain cerita fabel anak : Bunga Kolam, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/ .

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest