Bulu Cantik Koli Ayam

Koli ayam Jantan berdiri di atas bambu pagar peternakan. Ayam-ayam di pe­ternakan Tuan Roki pun memperhatikan Koli. Koli mengangkat sayapnya yang ber­warna cantik, perpaduan antara warna hijau, merah, hitam, dan biru. Tubuh Koli juga sangat gagah.

Koli mendongakkan kepalanya. “Kalian harus mengakui bahwa akulah ayam yang tercantik dan terbaik,” kata Koli dengan sombong.

Ayam-ayam lain merasa kesal mendengar itu. Koli memang suka menyombongkan diri. Tiba-tiba, Peli Gagak terbang dan ayam-ayam pun menyapa Peli. Peli lantas menghampiri mereka dan bertengger di dekat Koli.

“Kamu mau ke mana, Peli?” tanya Koli Ayam.

“Aku mau mengambil cat ajaib di gua ujung gunung. Cat itu kugunakan untuk membuat sayapku tetap hitam cantik dan mengilap,” jawab Peli Gagak.

“Apakah di sana hanya ada cat ajaib berwarna hitam?” tanya Koli Ayam.

“Tidak. Di sana juga ada cat berwarna pelangi. Tetapi, selama ini tidak ada yang bisa mendapatkannya karena letaknya terlalu sulit,” tutur Peli Gagak.

“Aku pasti bisa mendapatkannya. Aku ikut ke tempat itu bersamamu, Pei’,” ujar Koli Ayam. Lalu ia menatap ayam-ayam lain dan berkata, “Kalian pasti akan kagum ketika aku pulang dan melihat sayapku menjadi indah.”

Koli Ayam Jantan mengikuti Peli Gagak. Perjalanan ke tempat cat ajaib memang sangat jauh dan melelahkan. Peli Gagak terlihat biasa-biasa raja. Ya, itu karena dia bisa terbang. Berbeda dengan Koli Ayam yang tidak bisa terbang. Dia sangat kelelahan.

Akhirnya, mereka sampai di tempat tujuan. Peli menuju kolam berisi cat ajaib berwarna hitam. Ia menyelam di kolam itu, dan sesaat kemudian, ia keluar. Wahl Warna bulu Peli menjadi hitam cantik dan mengilap. Dalam hati, Kali mengejek warna hitam Peli. Warna hitam itu jelek.

“Di mana kolam cat ajaib berwarna pelangi?” celetuk Koli.

“Oh, itu di sanal” seru Peli Gagak seraya menunjuk ke arah utara. “Kamu harus hati­hati karena kamu akan melewati beberapa kolam cat ajaib. Kolam-kolam yang akan kamu lewati sangat berbahaya. Ada kolam cat yang bisa merontokkan bulu dan ada kolam cat yang akan membuat bulu bau. Kamu harus melewati dua kolam berbahaya itu untuk sampai di kolam cat pelangi.”

Mendengar penjelasan Peli, Koli jadi bergidik. Tetapi, dia harus ke kolam cat pelangi.

Dengan hati-hati, Kali berhasil melewati tepian dua kolam berbahaya itu dan sampai di kolam cat pelangi. Koli segera mandi di kolam itu, dan… Wow! Warna bulu Koli berubah menjadi warna pelangi dan sangat cantik.

“Semua hewan pasti akan mengakui kecantikan buluku,” gumam Koli Ayam.

Koli Ayam memasukkan cat pelangi ke dalam botol yang diam-diam is bawa. Pa­dahal, Peli Gagak sudah melarangnya untuk mengambil apa pun yang ada di gua itu, termasuk cat ajaib.

Namun, tiba-tiba gua itu bergetar hebat. Beberapa stalaktit pun berjatuhan.

Peli berteriak, “Koli, ayo, cepat keluar! Guanya akan runtuh!”

“Astaga!” teriak Koli Ayam.

Koli amat ketakutan. Dia beriari me­lewati dua kolam berbahaya dengan tergesa­gesa. Batuan-batuan yang jatuh hampir mengenai dirinya. Beruntung, dia bisa melewati dua kolam berbahaya itu. Tetapi tak sengaja, botol cat pelanginya terjatuh ke kolam cat hitam.

Koli mencoba mengambil botol itu. Tiba-tiba, Peli berteriak, “Awas Koli!”

Sebuah bebatuan jatuh ke arahnya. Koli berusaha menghindar, namun ia malah terpeleset dan jatuh ke kolam cat hitam. Alhasil, seketika tubuh Koli Ayam menjadi hitam. Botol cat pelanginya pun hilang. Peli segera terbang menyeIamatkan Koli.

Karena kesombongannya, Koli hampir saja mati. Sekarang, tidak ada yang bisa ia sombongkan. Tidak ada warna cerah lagi di bulunya, hanya ada warna hitam. Sebenarnya Koli Ayam malu pulang ke peternakan. Namun, ia sadar, ia harus me­minta maaf kepada ayam-ayam lain karena ia sudah sombong

Pesan moral : Jika kamu memiliki kelebihan, jangan sombong ya.

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest