Cerita Fabel Anak : Biola Kesayangan Tuan Kalkul

Cerita fabel anak ini menggunakan hewan sebagai tokohnya. Dengan karakter hewan yang dijadikan sebagai tokoh dalam cerita tentu akan menarik minat anak Anda, dan cerita fabel anak kali inipun memiliki pesan moral didalamnya. Yuk kita membaca bersama.

Cerita Fabel Anak : Biola kesayangan Tuan Kalkul

Cerita Anak Fabel : Biola Kesayangan Tuan Kalkul
Cerita Fabel Anak : Biola Kesayangan Tuan Kalkul

Tuan Kalkul hendak pergi ke hutan seberang untuk menemui temannya. Namun, Tuan Kalkul khawatir, sebab hutan tempat tinggalnya sedang tidak aman. Sudah terjadi beberapa kasus pencurian di sana, dan Tuan Kalkul tidak mau biola kesayangannya dicuri. Oleh karena itu, sebelum pergi, ia menitipkan biola itu kepada Ayah Sen Ayam.

Mengetahui ada biola Tuan Kalkul di rumahnya, Popo, anak Ayah Sen, bersorak gembira. Sudah lama Popo mengidolakan Tuan Kalkul. Permainan biola Tuan Kalkul sangat indah dan merdu. Popo jadi ingin mencoba memainkan biola.

“Tetapi, jika aku meminta izin me­minjam biola itu kepada Ayah, aku pasti tidak diizinkan,” pikir Popo.

Popo melihat biola Tuan Kalkul di atas meja dekat tempat tidur ayahnya. Popo tersenyum ketika ia mendapat ide.

Saat ayahnya tertidur, Popo mengambil biola itu. Dia membawanya keluar rumah dan memainkannya di dekat danau.

“Akhirnya, aku bisa memainkan biola!” seru Popo dengan senang.

Ini pertama kalinya Popo memainkan biola. Olala, ia menggesek senar biola terlalu keras, sehingga senar itu putus.

“Aduh, bagaimana ini?” tanya Popo, bingung. “Aku takut Ayah marah. Aku takut Tuan Kalkul membenciku. Ah! Aku harus memperbaiki biola ini.”

Popo mencoba memperbaiki senar biola itu. Ia mengikat senar biola yang putus, namun tidak berhasil. Popo pun membawa biola itu kepada Gari Beruang. Gari Beruang adalah pemain piano. Tetapi, Gari tidak bisa membantu. Dia tidak punya senar biola.

“Kamu harus pergi ke hutan seberang. Di sana ada Nyonya Baloa Beruang. Nyonya Baloa juga pemain biola. Dia pasti punya senar biola dan mungkin dia juga bisa memperbaiki biolamu,” saran Gari Beruang.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada Gari Beruang, Popo bergegas pergi ke hutan seberang. Perjalanannya cukup melelahkan. Dia harus melewati bukit dan menyeberangi sungai. Sesampainya di hutan seberang, Popo harus menanyakan alamat rumah Nyonya Baloa Beruang kepada hewan lain.

Akhirnya, Popo pun sampai di depan rumah pohon Nyonya Baloa Beruang. Dia memeluk biola Tuan Kalkul. “Semoga Nyonya Baloa bisa membantu.”

Ketika masuk ke rumah Nyonya Baloa, Popo sangat terkejut. Ternyata Tuan Kalkul ada di sana! Ya, sahabat yang ditemui Tuan Kalkul adalah Nyonya Baloa. Popo langsung menyembunyikan biola Tuan Kalkul di belakang tubuhnya.

“Kenapa Popo sampai ke sini? Eh, bukankah itu biolaku?” tanya Tuan Kalkul begitu melihat biola yang disembunyikan Popo.

Dengan gemetar, Popo memberikan biola itu kepada Tuan Kalkul. “Maafkan aku, Tuan Kalkul. Aku tidak sengaja memutuskan senar biolanya. Aku ingin memperbaikinya, tetapi di hutan kita tidak ada yang memiliki senar biola. Karena itulah, aku menemui Nyonya Baloa untuk meminta bantuan.”

Popo mengira Tuan Kalkul akan memarahinya, tetapi ternyata tidak. Tuan Kalkul justru berkata dengan lembut, “Aku memaafkanmu. Aku sangat bangga karena Popo mau bertanggung jawab setelah merusak biolaku, sampai kamu mau jauh-­jauh ke sini. Padahal, nanti sore aku akan pulang, dan kamu pun tak perlu ke sini karena di rumahku ada banyak sekali senar biola.”

Popo bernapas lega. “Aku tidak akan mengambil barang milik orang lain tanpa izin. Aku janji.”

[Baca juga: Beli Beruang Bersih-Bersih]

“Bagus! Nah, sekarang kamu perlu biola sendiri untuk belajar memainkannya,” sahut Nyonya Baloa sambil memberikan sebuah biola untuk Popo.

Alangkah senangnya Popo. Sebelum pulang, Nyonya Baloa dan Tuan Kalkul mengajari Popo bermain biola.

Pesan moral dari cerita ana: Jika kamu melakukan kesalahan, kamu harus bertanggung jawab dan meminta maaf.

Baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest