Cerita Fabel Anak : Biji dari Nyonya Ros Bangau

Cerita fabel anak merupakan sebuah cerita yang di dalamnya berisi gambaran tentang sifat, watak dan juga kelakuan manusia yang dimainkan oleh sekumpulan hewan. Tujuan dari cerita fabel anak ini adalah untuk menyampaikan pesan moral yang ada di dalamnya kepada para pembaca. Mari kita baca cerita fabel anak ini!

Cerita Fabel Anak : Biji dari Nyonya Ros Bangau

Cica si anak ayam berulang kali mengamati pot cokelatnya. Namun tetap saja, ia hanya melihat tanah. Tidak ada tanaman yang keluar. Padahal, lima hari lalu, ia menanam sebuah biji pemberian Nyonya Ros Bangau.

Cica menaruh kembali pot cokelat itu di dekat jendela. Ia menatap pot itu lagi dengan cemberut.

“Aku sangat penasaran, biji tanaman apa ini?” tanya Cica.

Ketika memberikan biji itu, Nyonya Ros Bangau tidak memberi tahu biji tanaman apa itu. Meski Cica terus bertanya, Nyonya Ros tetap tidak memberi jawaban.

Sekarang Nyonya Ros sedang kembali bertualang mengunjungi hutan-hutan lain. Nyonya Ros Bangau memang suka ber­tualang. Cica tidak tahu, kapan dia bisa bertemu Nyonya Ros Bangau lagi. Jadi, Cica tidak bisa mendapatkan jawaban kecuali biji itu tumbuh.

“Pasti biji ini biji tanaman istimewa dari hutan seberang,” pikir Cica. “Tapi, kenapa tidak tumbuh-tumbuh? Apa jangan-jangan biji itu mati?”

Cica jadi panik. Ia hampir saja mengeruk tanah dalam pot itu. Ia ingin memastikan biji itu mati atau tidak. Namun, tiba-tiba Cica teringat pesan Nyonya Ros Bangau.

“Kalau sudah ditanam, kamu jangan mengambil biji itu lagi dari tanah. Nanti biji itu terkejut dan mati,” begitu pesan Nyonya Ros Bangau.

“Tapi, kalau ternyata biji itu mati, bagaimana?” gumam Cica.

Cica mengingat lagi pesan dari Nyonya Ros, “Kau harus menyirami tanah ini setiap pagi dan sore hari sampai biji itu tumbuh menjadi tanaman. Saat sudah menjadi tanaman, kamu juga jangan lupa untuk tetap menyirami dan memberinya pupuk.”

Cica mengikuti pesan Nyonya Ros. Dengan sabar, ia menyirami tanah dalam pot itu.

Seminggu kemudian, tanaman itu belum juga tumbuh. Tetapi, Cica tetap menyirami tanah itu. Hingga akhirnya, bibit tanaman itu keluar.

Cica berteriak girang, “Biji itu belum mati. Sebentar lagi aku akan tahu tanaman apa ini!”

Cica terus menyirami tanaman itu setiap pagi dan sore. Walau tanaman itu tumbuh sangat lama, Cica tetap sabar menanti.

[Baca juga: Balon Meletus]

Tanaman itu pun lambat laun tumbuh makin tinggi, bahkan lebih tinggi daripada tubuh Cica. Tak hanya itu, dari tanaman tersebut juga muncul buah berwarna oranye satu per satu.

“Ternyata buah tomat langka!” teriak Cica.

Cica memetik dan memakan buah tomat itu. “Wah, enak sekali!”

Cica tersenyum bahagia. Cica tahu bahwa buah tomat sangat balk untuk dimakan, termasuk untuk dirinya, si ayam kecil. Memakan tomat dapat membuat penglihatan Cica makin baik. Memakan tomat juga membuat Cica tidak mudah lelah.

“Aku akan mengambil bijinya dan me­nanamnya lagi, agar aku bisa membagikan buahnya kepada ayam lain,” pikir Cica.

“Saat Nyonya Ros Bangau kembali, pasti beliau akan terkejut begitu melihat biji pemberiannya sudah menjadi tanaman tomat yang banyak!” seru Cica, membayangkan hal itu.

Cica merasa amat senang. Dia jadi te­ringat, dulu dia hampir saja mengeruk tanah dalam pot itu. Untunglah, dia bisa sabar sampai akhirnya tanaman itu berbuah.

Ketika kamu menanam tanaman, kamu harus sabar dalam merawatnya. Kesabaran akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest