Bero Beruang Penyuka Rasberi

Setiap musim semi, Bero Beruang selalu mengunjungi rumah bibinya, Bibi Berka. Rumah Bibi Berka terletak di bawah perbukitan. Di sana, pemandangannya sangat indah dan udaranya sangat segar.

Bibi Berka mempunyai kebun rasberi yang luas. Bero pun sangat menyukai rasberi. Rasberi adalah buah favoritnya.

Beruntung, ketika Bero mengunjungi Bibi Berka, tanaman-tanaman rasberi sedang berbuah Iebat. Bero jadi tidak sabar untuk memetiknya.

Pagi-pagi sekali, Bero bersama Bibi Berka ke kebun untuk memanen rasberi.

“Untunglah, ada Bero yang membantu Bibi memanen rasberi,” kata Bibi Berka dengan senang. Bero hanya tersenyum.

“Kita bagi pekerjaan, ya. Bero memanen rasberi di bagian kebun sebelah utara, dan Bibi memanen di sebelah selatan,” ujar Bibi Berka sambil memberikan keranjang buah kepada Bero. Bero mengangguk setuju.

Bibi Berka pun menuju ke kebun sebelah selatan, sedangkan Bero menuju ke kebun sebelah utara. Mata Bero berbinar ketika menemukan rasberi yang sangat banyak. Buahnya berwarna merah menggiurkan.

“Selamat makan, Bero!” teriak Bero.

Bero memetik beberapa rasberi dan memakannya dengan lahap. “Hmm… manis sekali. Enak! Aku suka!” serunya.

Olala, Bero tidak bisa berhenti me­makan rasberi. la lupa bahwa ia harus mengisi keranjangnya dengan rasberi. Semua rasberi yang dipetiknya justru ia makan. Keranjangnya pun kosong.

Rasberi memang enak dan manis. Apalagi memakan rasberi memberi banyak manfaat, seperti menjaga kesehatan mata dan kulit, melancarkan peredaran darah, dan masih banyak lagi manfaatnya. Sayangnya, Bero lupa bahwa memakan terlalu banyak rasberi bisa menimbulkan masalah.

Tiba-tiba Bero mengerang. Perutnya terasa sakit. “Aduh, sakit! Aduh!”

Bibi Berka yang sudah selesai mengisi keranjangnya dengan rasberi, segera berjalan menghampiri Bero. Alangkah terkejutnya Bibi Berka saat melihat Bero kesakitan.

“Kamu kenapa, Bero?” tanya Bibi Berka yang panik.

“Aku terlalu banyak makan rasberi. Perut­ku jadi sakit,” ucap Bero sambil memegangi perutnya yang sakit.

Bibi Berka menghela napas. “Ya sudah, ayo kita pulang. Bibi akan buatkan teh untuk menyembuhkan sakit perutmu.”

Bibi Berka membantu Bero berjalan menuju rumah sembari membawa keranjang berisi rasberi. Bero merasa bersalah karena keranjangnya kosong.

“Bibi, maafkan aku. Bukannya membantu Bibi Berka, aku malah menyusahkan Bibi,” kata Bero yang menyesal.

“Tidak apa-apa. Lain kali, jangan makan apa pun secara berlebihan, walaupun itu buah kesukaanmu. Itu tidak baik,” nasihat Bibi Berka.

Bero mengangguk lemah. Ya, sakit perut Bero ini gara-gara ia makan rasberi ber­lebihan. Bero bertekad tidak mau meIakukan kesalahan itu lagi.

Pesan Moral: Saat kamu makan,jangan makan berlebihan. Makanlah secukupnya saja.

Satu pemikiran pada “Bero Beruang Penyuka Rasberi”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest