Beli Beruang Bersih-Bersih

Musim gugur telah tiba. Daun-daun ber­guguran dan membuat halaman rumah penduduk Negeri Hewan kotor. Tetapi, mereka selalu menyapu daun-daun itu, sehingga rumah mereka tetap bersih, kecuali rumah Beli Beruang. Beli Beruang memang paling malas bersih-bersih.

Lihat saja! Sekarang rumah Beli Beruang dipenuhi daun-daun. Ternyata di balik daun­-daun itu pun ada banyak ulat bulu. Ulat-ulat bulu itu mulai merambat di dinding rumah Beli Beruang. Beli Beruang yang baru menyadari hal tersebut, jadi panik.

“Aku harus membunuh ulat-ulat itu!” seru Beli Beruang.

“Jangan bunuh kami,” pinta ulat bulu.”Biarkan kami di sini beberapa hari lagi. Kami akan menjadi kepompong dan berubah nenjadi kupu-kupu.”

“Tapi, kalian membuatku geli! Aku tidak suka kalian ada di sini,” ucap Beli.

“Kami tidak akan mengganggumu, Beli. Kami tidak akan masuk ke rumahmu. Kelak, aku akan membalas kebaikanmu,” kata ulat bulu dengan memohon.

Beli Beruang pun merasa kasihan. Akhirnya dia membiarkan ulat-ulat itu memenuhi dinding depan rumahnya. Namun, Beli Beruang tidak mau ada ulat bulu baru lagi di rumahnya. Ia mulai membersihkan  daun-daun yang gugur, agar tidak ada ulat dari balik daun-daun itu lagi.

Wah, ternyata bersih-bersih sangat melelahkan. Beli juga harus hati-hati, karena ditumpukan daun rupanya tidak hanya ada ulat. Ya, ada hewan yang lebih berbahaya yang ditemukan Beli, yaitu ular!

“Untunglah, ular itu tidak berbisa. Kalau itu ular berbisa dan menggigitku, bisa-bisa aku mati.” Beli bergidik membayangkannya. “Aku harus sering bersih-bersih.”

Beli merasa lelah sekaligus senang ketika halaman rumahnya sudah bersih. Namun, olala… daun-daun kembali berguguran. Halaman jadi kotor lagi. Beli Beruang pun harus menyapu halaman lagi.

Hal itu berulang-ulang setiap harinya, membuat Beli Beruang kesal. Ia sontak membuang sapunya.

“Aku lelah! Aku lelah!” teriak Beli Beruang.

“Kami akan membantumu, Beli!” seru sekumpulan kupu-kupu yang tiba-tiba datang.

“Apa kalian ulat-ulat bulu yang sudah berubah menjadi kupu-kupu?” tanya Beli.

“lya, benar, Beli. Kami juga akan membantu membersihkan kepompong kami,” ucap kupu-kupu tersebut.

“Bagaimana kalian membantuku mem­bersihkan semua ini?” tanya Beli Beruang, bingung.

Segerombolan kupu-kupu kuning itu mengepakkan sayap kearah dalam. Rupanya mereka menciptakan angin yang membuat daun-daun kering berkumpul. Bersama-sama, para kupu-kupu itu membantu Beli membersihkan daun-daun kering sampai halaman Beli menjadi bersih.

“Bersih-bersih yang dilakukan bersama-­sama ternyata lebih ringan dan mengasyikkan, ya!” celetuk Beli Beruang.

“Iya. Kami akan selalu membantumu membersihkan halaman rumahmu, Beli. Tenangsaja,” sahut kupu-kupu.

“Kalau begitu, aku akan menanam bunga di halamanku, agar kalian bisa mencari madu dengan mudah dan bisa bermain di sekitar rumahku,” ucap Beli.

Beli Beruang tersenyum senang. Halaman rumahnya kini bersih. “Jika nanti bunga-bunga sudah bermekaran di sekeliling rumahku, pasti halamanku akan makincantik,” pikir Beli.

Pesan Moral : Mari bersih-bersih rumah, agar rumah menjadi sehat dan jauh dari hewan-hewan berbahaya.

2 pemikiran pada “Beli Beruang Bersih-Bersih”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest