Cerita Fabel Anak : Balon Meletus

Seperti cerita fabel anak sebelumnya, cerita fabel anak kali ini pun mengandung pesan moral yang baik untuk dipetik. Ini dia cerita lengkapnya.

Cerita Fabel Anak : Balon Meletus

“Lalala…” senandung Ceci si tikus kecil dengan riang.

Ceci sedang bahagia sekarang. Wah, ada lima balon di tangannya. Balon warna-warni itu berkilauan diterpa terik matahari.

“Hei, Cecil”

Ceci mendengar suara yang memanggilnya. Tetapi, dia tidak menemukan siapa-siapa.

“Hei, Cecil”

Suara itu terdengar lagi. Ceci kembali mencari. Namun, dia kembali tidak menemukan siapa-siapa. Tiba-tiba…

Dor! Olala, tiba-tiba balon warna kuning Ceci meletus. Bersamaan dengan itu, keluarlah Meri Kupu-Kupu dari persembunyiannya. Ternyata tadi itu suara Meri.

“Hei,Cecil Aku Meri. Lihat, aku baru saja mendapatkan sayap setelah lama sekali berdiam dalam kepompong,” cerita Meri dengan semangat.

Namun, Ceci hanya diam. Dia justru menatap Meri dengan sebal. Warna sayap Meri sama dengan warna balonnya yang baru meletus. Ya, warna kuning.

“Pasti karena kamu, balonku jadi meletus,” tuduh Ceci.

“Apa karena terkejut dengan keda­tanganku, kamu meletuskan balonmu, Ceci?” tanya Meri dengan lugu.

“Jangan pura-pura! Kamu yang me­letuskan balonku, bukan?” tanya Ceci de­ngan kesal.

“Apa buktinya aku melakukannya?” Meri balik bertanya.

“Ketika kamu masih ulat, warnamu hijau. Kenapa ketika jadi kupu-kupu, warna sayapmu bukan hijau melainkan kuning?” tanya Ceci. “Itu karena warna kuning balon­ku berpindah ke sayapmu.”

“Kamu mengada-ada, Ceci. Itu tidak mungkin,” sanggah Meri.

“Lalu kenapa sayapmu bisa berwarna kuning, kalau bukan karena balonku?” tanya Ceci.

“Itu karena…” Mari merasa terpojok. Dia juga tidak tahu jawaban pertanyaan Ceci. “Yang penting, bukan aku yang meletuskan balonmu. Sungguh.”

“Terus siapa, katau bukan kamu?” Ceci tampak makin kesal.

[Baca juga : Anak-Anak Nyonya Desi Bebek]

Ceci memeluk balon yang tersisa erat­-erat. Dia tidak mau balon itu meletus lagi, dan warna balonnya berpindah ke sayap Meri.

“Ya sudah, aku akan mengganti balon­mu. Aku akan membelinya di Paman Gow Gajah,” ucap Meri.

“Bagus! Aku tunggu di sini,” kata Ceci. Mari pun pergi.

Tak lama kemudian, dua balon Ceci meletus kembali. Ceci sontak marah-marah. Kenapa balonnya kembali meledak?

“Siapa yang meletuskan balonku?” teriak Ceci.

“Itu karena matahari,” kata Foxi si rubah berkacamata yang tiba-tiba datang. la terkenal pintar. “Itu karena terik matahari terus-terusan mengenai balonmu, sehingga udara di balon itu menguap dan akhirnya meletus.”

Ceci melongo mendengar penjelasan Foxi. “Ternyata begitu. Berarti aku tetah menuduh Meri. Ah, aku sudah salah. Aku harus minta maaf. Terima kasih, Foxi,” ucap Ceci.

Ceci segera berlari menemui Meri dan menjetaskan semuanya. la meminta maaf karena tetah menuduh Mari meletuskan balonnya. Meri memaafkan Ceci, tapi dengan satu syarat, Ceci tidak boleh sembarangan menuduh lagi. Ceci pun berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Pesan Moral : Kamu tidak boleh menuduh seseorang jika tidak ada bukti.

Baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/

Satu pemikiran pada “Cerita Fabel Anak : Balon Meletus”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest