Cerita Bergambar Beruang & Kelinci

Halo kawan-kawan semua, kali ini judulnya Cerita Bergambar Beruang & Kelinci yang berjudul “Belajar Rasi Bintang” dan “Kenapa Bintang Jatuh?” yang tokoh utamanya adalah Bili Beruang dan Kici Kelinci. Bakalan seru loh ceritanya dan ada pesan baik untuk teman-teman semua. Yuk langsung kita baca!

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Belajar Rasi Bintang

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Belajar Rasi Bintang
Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Belajar Rasi Bintang

Bili Beruang dan Kici Kelinci terlihat sedang duduk bersantai sambil meminum cokelat panas di luar rumah. Mereka mengenakan baju wol tebal. Ya, musim salju telah tiba. Cuaca jadi dingin sekali. Danau di hutan bahkan berubah menjadi lapangan es. Perbukitan juga diselimuti salju tebal. Semuanya jadi serba putih.

“Langitnya indah sekali, ya, Bili. Bin­tangnya banyak!” seru Kici.

“Iya, memandangnya sampai mem­buatku lupa bahwa cokelatku sudah habis,” sahut Bili. la menuangkan cokelat panas ke cangkirnya lagi, kemudian menaruh kembali tekonya pada sisa batang pohon yang ditebang.

Bili merasa sangat senang jika duduk berdua bersama sahabatnya, Kici. Ada saja hal yangbisa mereka bahas.

Bili menatap langit, lalu berkata, “Apa kamu sadar, Kici? Bintang-bintang itu seperti membentuk sebuah pola.”

“Iya, itu namanya rasi bintang. Rasi bintang itu sekelompok bintang yang tampak berhubungan dan membentuk sebuah pola,” jawab Kici. Kici memang pintar. Dia suka sekali membaca buku tentang astronomi.

“Apakah kamu tahu bahwa ada rasi bintang yang menunjukkan arah?” lanjut Kici.

“Benarkah? Tunjukkan kepadaku,” ucap Bili yang terlihat sangat antusias.

Baca juga :
Cerita Fabel Beruang : Kebun Beru Beruang
Cerita Fabel Kura-Kura : Kakek Tepat Waktu
Cerita Fabel Anjing : Jiji Si Anjing Terrier

“Itu! Lihat ke arah selatan! Kamu akan melihatrasi bintang pari!” Kici menunjukkan rasi berbentuk pari yang mirip dengan layang-layang. “Rasi itu menunjukkan arah selatan.”

“Jadi kalau kita kehilangan arah atau tersesat, kita bisa menggunakan rasi itu sebagai petunjuk arah?” tanya Bili.

“Benar, Bili,” jawab Kici.

“Adakah rasi lain yang bisa menunjukkan arah juga?” tanya Bili penasaran.

“Ada tiga lagi. Lihat ke arah barat, itu ada tiga bintang kembar. Bentuknya seperti sabuk. Itu menunjukkan arah barat,” jelas Kici.

“Aku menemukannya. Apa nama rasi bintang itu?” Bili kembali bertanya.

“Namanya rasi bintang orion,” jawab Kici yang kemudian menunjuk ke arah tujuh bintang. “Bentuknya seperti gayung, tetapi rasi bintang itu disebut rasi bintang biduk. Rasi itu menunjukkan arah utara.”

“Wah! Ada tujuh bintang. Cantik!” seru Bili.

“Dan rasi bintang terakhir yang menunjukkan arah adalah bintang skorpio. Bentuknya seperti kalajengking. Tandanya ada bintang berwarna merah di perut pola kalajengking. Bisakah kamu menemukannya, Bili?” tanya Kici dengan tersenyum.

“Hmm…” Bili mencoba mencari bintang berwarna merah. Akhirnya, ia berhasil menemukannya. “Itu dia! Bintang warna merah yang sangat terang. Apa nama bintang merah itu?”

“Namanya antares. Rasi itu menunjukkan arah timur,” kata Kici.

“Wah! Berarti itu arah rumahku dari tempa ini,” celetuk Bili.

“Betul. Sudah malam, Bili. Ayo pulang!” ajak Kici.

“Ayo! Ikuti bintang antares!” teriak Bili dengan riang.

Bili dan Kici pun pulang. Sebelum pulang, Bili menatap langit dan melihat rasi bintang. Bili kembali mengingat penjelasan yang diberikan Kici. Rasi bintang pari me­nunjukkan arah selatan. Rasi bintang orion menunjuk ke arah barat. Rasi bintang biduk menunjukkan arah utara. Terakhir, rasi bintang skorpio menunjuk ke arah timur. Bili tersenyum senang.

Pesan Moral : Bercakap-cakap dengan teman juga bisa disebut belajar, Iho! Seperti Bili yangbelajar rasi bintang kepada Kici.

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Kenapa Bintang Jatuh?

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci :  Kenapa Bintang Jatuh?

Cerita Bergambar Beruang & Kelinci : Kenapa Bintang Jatuh?

Bili masih ingat, malam kemarin Kici menjelaskan mengenai rasi bintang. Malam ini, Bili Beruang dan Kici Kelinci kembali minum cokelat panas di luar rumah. Di tempat yang sama, di tengah salju, dengan sebuah meja dari sisa batang pohon yang ditebang. Tak lupa, mereka mengenakan baju wol tebal yang hangat.

Bili menatap langit. Tiba-tiba, ia melihat bintang jatuh.

“Bintang jatuh, Kici!” seru Bili.

Bili berdiri tiba-tiba. Hampir saja is menumpahkan cangkir di meja kayu. Untung­lah, cangkir itu segera ditangkap Kici Kelinci.

“Iya, bintang jatuh, Bili. Cantik, ya!” balas Kici.

“Oh iya Kici, kenapa ada bintang jatuh? Lalu, jika salah satu bintang dari rasi bintang jatuh, apa yang akan terjadi? Rasi bintang pasti rusak!” teriak Bili dengan panik.

Sontak Kici tertawa keras.

“Kenapa kamu malah tertawa? Jika rasi bintang rusak, maka bintang penunjuk arah akan hilang! Apa yang harus kita lakukan?” Bili makin panik.

Namun, Kici tidak berhenti tertawa.

“Kici, berhentilah tertawa. Ini masalah serius!” seru Bili dengan sebal. “Apa kita harus mencari bintang lain untuk penunjuk arah, jika rasi bintang penunjuk arah rusak?”

Kici akhirnya mencoba berhenti ter­tawa. “Tenang, Bili. Sebenarnya, tidak ada bintang jatuh. Yang jatuh itu bukan bintang, melainkan meteor.”

“Meteor? Apa itu?” tanya Bili penasaran.

Baca juga :
Cerita Fabel Bergambar : Hutan Huhusa Menghitam
Cerita Fabel Gajah : Gagi dan Kehebatannya
Cerita Fabel Kelinci : Diikuti Awan

“Meteor itu bebatuan di luar angkasa. Jadi di luar angkasa itu, ada banyak sekali bebatuan. Bebatuan luar angkasa itu disebut meteoroid,” jelas Kici sambil menyeruput cokelatnya.

“Hahaha! Berarti aku salah. Untunglah!” ujar Bili. Ia tertawa mengingat tingkahnya tadi. Ia terlalu panik karena ia tidak tahu apa-apa.

“Tapi, kamu tahu, Bili? Bebatuan di luar angkasa itu sangat panas, berapi-api. Makanya ketika bebatuan itu jatuh, mereka terlihat bersinar. Bagaimana ya, jika meteor itu sampai ke hutan ini?” tanya Kici jahil.

Bili kembali panik. “Hutan ini pasti hancur. Kita akan mati!”

“Hahaha! Tenang saja, itu tidak akan terjadi,” ucap Kici.

“Terus?” tanya Bili heran.

“Ketika menuju ke bumi, meteoroid itu akan hancur di lapisan luar bumi yang disebut atmosfer. Meteoroid yang terbakar di atmosfer itulah yang disebut meteor,” tutur Kici.

“Oh, untunglah!” Bili menghela napas. “Aku jadi sangat tertarik tentang benda­-benda luar angkasa.”

“Besok kamu bisa datang ke rumahku. Aku punya banyak sekali buku tentang astronomi, tentang luar angkasa,” ajak Kici.

“Siap! Aku akan banyak membaca buku agar tidak salah mengerti lagi,” kata Bili.

Bili menatap Kici Kelinci dengan kagum. Ternyata Kici Kelinci punya banyak pengetahuan yang bisa dibagi. Bili juga ingin melakukannya.

Bili menatap bintang jatuh yang datang lagi. “Itu bukan bintang jatuh, melainkan meteor! Kamu tidak boleh salah Iagi,” kata Bili dalam hati.

Pesan Moral: Rajinlah membaca buku. Membaca buku akan membuatmu menjawab pertanyaanmu sendiri.

Selain Cerita Bergambar Beruang & Kelinci, baca juga cerita anak terbaik kami lainnya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti kami di facebook kita yah https://www.facebook.com/katakatakitadotcom/.

2 pemikiran pada “Cerita Bergambar Beruang & Kelinci”

Tinggalkan komentar

Pin It on Pinterest